EVOS vs Louvre – Mengungkap Rahasia JessNoLimit?!

GCUBE mpl-evos-vs-louvre1

Tim EVOS eSports mengalahkan tim Louvre pada pertandingan Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia di minggu ke enam tanggal 3 Maret dengan skor 2-0. Kerja sama yang baik dan strategi yang cermat digunakan untuk mencukur satu per satu turret dari tim Louvre, hingga pada akhirnya tim EVOS dapat menembus pertahanan mereka dengan bantuan Lord yang selalu berhasil mereka dapatkan.

Sesi Interview

Kali ini tim GCube duduk bersama selebriti dari tim EVOS eSports, Justin, yang lebih dikenal dengan nama JessNoLimit. Berikut adalah hasil perbincangan kami dengan pro-player ternama ini.

GCube: GCube: Selamat malam mas Justin, terima kasih untuk waktunya kali ini.
Justin: Yap, sama-sama.

G: Setelah menang dari tim Louvre tadi, berarti sekarang tim EVOS bisa dibilang kedudukannya sudah pasti di dalam 3 besar. Bagaimana perasaannya sekarang?
J:  Tentunya saya senang, dari banyak tim yang mengikuti pertandingan ini kita bisa masuk ke posisi tersebut. Itu sebuah kebanggaan tersendiri.

G: Dari seluruh pertandingan hingga sekarang ini, kira-kira tim mana yang dirasa paling berat untuk dilawan?
J:  Untuk lawan sebenarnya semuanya berat, karena ini sudah di tingkat profesional dan mereka semua bermain dengan bagus sekali. Tapi kalau saya harus memilih, mungkin RRQ, karena waktu itu kita kalah 2 poin dari mereka.

G: Kalau nanti ketemu lagi di final, mungkin bisa dibalaskan kekalahan itu ya.
J:  [Tertawa] Yah, seharusnya bisa bertemu lagi nanti, semoga saja. Karena selama ini saya belum pernah memenangkan event turnamen tingkat nasional seperti ini. Saya ingin membuktikan kalau saya tidak hanya sekedar bermain game saja, jadi saya harus berusaha memenangkan MPL ini.

G: Dan mungkin kita akan lihat di final nanti ya. Oke, pertanyaan berikutnya. Role mas Justin- atau saya panggil Jess saja ya. Role utamanya apa?
J:  Role utama saya itu di Assassin, jadi salah satu carry dalam tim.

G: Cocok sekali kalau begitu ya, tadi saya lihat gameplay dari Helcurt dan Hayabusanya luar biasa.
J:  Wah terima kasih, tapi itu berkat tim saya juga.

G: Ya, tadi saya juga perhatikan kalau tim EVOS benar-benar memberikan peluang mas untuk farming, mengambil buff, bahkan kadang dibiarkan mendapat kill hero sekarat yang sudah di depan mata. Apa ini berarti mas Jess adalah senjata utama dari tim EVOS?
J:  Kalau soal senjata utama sebenarnya tidak juga, karena di tim kita ada 3 orang yang role utamanya sebagai carry, jadi ada saya, Oura, dan KneEr. Dengan ini kita bisa fleksibel, kalau misalnya ada satu atau dua carry ditekan habis-habisan oleh musuh, masih ada penggantinya yang dapat menjadi ujung tombak tim nantinya, jadi kita bisa saling cover kalau ada yang tidak bisa berkembang. Untuk game tadi kebetulan posisi saya sudah paling menguntungkan dari awal, jadi tim memfokuskan ke saya.

mpl-evos-vs-louvre2

G: Adakah strategi tertentu dari tim EVOS dalam turnamen seperti ini selain 3 carry seperti tadi? Seperti ada formasi tertentu yang digunakan atau semacamnya?
J:  Kalau strategi tertentu sebenarnya tidak ada yang spesifik, selalu berubah-ubah. Kami selalu berusaha menyesuaikan dengan lawan di saat itu juga dengan melihat hero pick mereka di awal, dan pergerakan mereka saat ingame.

G: Masih soal strategi, dengan diperbolehkannya penggunaan hero baru seperti Angela, adakah perubahan metode dalam penyesuaian strategi tadi?
J:  Untuk perubahan tentunya ada, karena dia tergolong hero baru dan sangat merepotkan bila berada di tim lawan, dan sangat kuat dalam teamfight bila ada di tim kita, jadi kami harus mulai memfaktorkan kondisi tersebut. Tapi secara garis besar tidak begitu banyak yang perlu kami ubah dalam strategi dasar kami.

G: Untuk turnamen eSports di Indonesia sendiri nih, di tahun ini kan kabarnya ada 3 kali turnamen Mobile Legends di Indonesia. Apakah menurut mas Jess liga eSports di Indonesia akan terus berkembang dari yang sekarang ini?
J:  Kalau menurut saya eSports di Indonesia akan terus berkembang. Karena kalau dulu mungkin salah satu penyebabnya rata-rata game yang bisa diangkat ke liga eSports itu game PC saja, seperti DotA, League of Legends, atau Counter-Strike, dan tidak semua orang memiliki spec yang mencukupi untuk memainkan game tersebut. Sekarang game di smartphone seperti Mobile Legends sudah banyak dan dapat diakses dengan mudah, jadi jumlah pemainnya juga jauh lebih besar sehingga potensi untuk diangkat ke liga eSports di Indonesia ini juga lebih besar lagi.

G: Masuk akal, mengingat rata-rata orang Indonesia juga sudah mulai memakai smartphone. Oh ya, saya sebenarnya penasaran nih, nama mas kan Justin ya, dapat nama JessNoLimit itu dari mana ya?
J:  Itu sebenarnya nama palsu buatan saja sih, tidak ada hubungannya dengan nama saya. Kalau soal dari mananya itu begini: Jadi kan di Mobile Legends itu ada fitur untuk livestream, dan disana kita bisa mendapat diamond dari penonton. Nah, ada satu teman saya yang livestream, dia memakai nama cewek, dan juga pakai profile picture cewek, terus dia dapat diamond banyak dari penontonnya. Sementara saya pakai nama cowok, fotonya juga cowok, dapatnya sedikit. Setelah itu saya coba cari nama palsu, kebetulan saya punya teman cewek namanya Jessica yang sering main bareng, saya minta ijin pakai nama 'Jess' juga, dan saya cari foto palsu cewek, lalu saya livestream lagi. Dari situ langsung banyak yang kasih diamond ke saya. Jadi nama 'JessNoLimit' itu asal muasalnya dari saya nge-hode [Tertawa].

G: [Tertawa] Luar biasa sekali sejarahnya, saya juga selalu memakai karakter wanita di MMORPG jadi bisa mengerti keadaan itu. Untuk pertanyaan berikutnya, boleh saya tahu 3 hero favorit dan 3 hero yang ditakuti versi dari seorang JessNoLimit ini?
J:  Untuk hero favorit saya itu Lancelot, Fanny, dan Gusion, memang sesuai role saya sebagai Assassin. Kalau yang ditakuti itu pertama Johnson, karena sejak di rework dia jadi benar-benar merepotkan. Yang kedua Hellcurt karena dia bisa silence dan menggelapkan map untuk musuhnya. Dan yang ketiga Gusion juga, karena menurut saya untuk sekarang ini dia adalah Assassin yang damagenya paling besar, bahkan pernah di satu match 50% damage dari tim itu dari Gusion sendiri.

mpl-evos-vs-louvre3

G: Ngomong-ngomong nih, saya dengar channel YouTube mas Jess sudah mencapai 1 juta subscriber ya? Dalam waktu 5 bulan juga, hebat sekali.
J:  Terima kasih, itu berkah dari Tuhan. Saya sendiri juga kurang tahu ya kenapa bisa secepat itu, saya cuma fokus main Mobile Legends dan mengupload gameplay saya. Awalnya saya juga cuma ikut-ikutan teman saya yang sudah dapat subscriber banyak juga dulu, si Warpath. Intinya sih saya hanya berusaha, sisanya itu kuasa Tuhan saja.

G: Kalau menurut saya sih mungkin karena mas Jess juga memiliki skill yang sangat tinggi, sampai banyak orang mau menonton video-videonya untuk mempelajari teknik bermain dari sang JessNoLimit ini.
J:  Waduh, terima kasih lho. Sebenarnya masih banyak pemain lain yang skillnya sepantaran saya, tapi sekali lagi mungkin memang berkah dari Tuhan saja saya jadi termasuk yang lebih diperhatikan orang.

G: Sebelum saya akhiri, ini ada pertanyaan titipan dari pihak marketing. Jadi kami berencana untuk membagikan merchandise ke pembaca suatu saat nanti, apakah mas setuju bila kami menawarkan kerjasama untuk menanda tangani barang-barang tersebut di masa mendatang?
J: Boleh-boleh saja, asal tidak terlalu banyak juga barangnya [Tertawa].

G: Bagaimana bila seandainya kami juga membuat artikel yang memfiturkan channel YouTube dari mas Jess? Misalnya untuk kolom highlight pro player begitu.
J:  Oh, boleh, silahkan saja. Saya tidak keberatan.

G: Kalau begitu pertanyaan terakhir. Adakah pesan untuk pemain Mobile Legends lainnya?
J:  Pesan ya.. Mungkin sedikit cerita saja sih, dulu saya sering rage quit kalau keadaannya sudah pasti kalah, terlebih lagi karena waktu itu internet saya juga belum memadai sampai kadang kalau gamenya sudah mulai ngelag saya langsung tutup gamenya karena kesal. Tapi sejak internetnya saya mulai bagus, saya juga mulai paham kalau yang saya lakukan sebenarnya tidak baik untuk tim. Jadi kalau misalnya kalian ketemu lawan yang kuat dan keadaannya berat, jangan langsung menyerah dulu. Walaupun setelah berusaha kita masih kalah juga, sebenarnya itu bukan kekalahan, kita mendapat pelajaran dari game tersebut yang bisa kita pakai untuk strategi di game selanjutnya.

G: Baik mas Jess, itu saja dari saya. Terima kasih sekali lagi atas waktunya, semoga sukses di pertandingan berikutnya!
J:  Siap, sama-sama! Terima kasih juga doanya!

mpl-evos-vs-louvre4

Setelah minggu ke enam ini, tim EVOS eSports berada di posisi ke-2 dengan 13 poin, disusul oleh tim ELITE8 Critical Reborn dan tim Bigetron Player Kill di posisi ke-3 dan ke-4 dengan 10 poin. Sementara peringkat atas masih tetap dipegang oleh tim Rex Regum Qeon (RRQ) dengan 14 poin. Dapat dilihat posisi sang raja mulai terancam karena hanya memiliki perbedaan satu poin saja. Apakah mahkota tersebut akan jatuh ke tim lain? Simak terus berita MPL dari kami! Untuk melihat jadwal turnamen, hasil terkini, klasemen sementara, serta liputan pertandingan kamu dapat mengaksesnya disini!

Download Mobile Legend sekarang juga, dan ikuti terus perkembangan MPL di website kami dan jangan lupa untuk terus mendukung tim jagoanmu!

BACA JUGA