Team NXL vs RRQ – Pertarungan Sengit Tiada Tara

GCUBE mpl-nxl-vs-rrq1

Tim NXL berhasil merebut 1 poin dari tim Rex Regum Qeon Oxygen (RRQ) pada pertandingan Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia di minggu ke-lima tanggal 24 Februari, menjadikan skor pertandingan mereka 1-1 dan memecahkan rekor winstreak dari tim RRQ setelah berminggu-minggu tidak terkalahkan sejak melawan tim Bigetron Player Kill (PK) pada pertandingan minggu pertama. Kedua tim berjuang dengan sangat gigih, selalu memutar balikkan keadaan di tiap saat, hingga tidak ada yang dapat memprediksi tim mana yang akan menang sebelum pertarungan benar-benar berakhir.

Sesi Interview

Tim GCube berhasil bertemu dengan kapten dari tim NXL, Afrindo Valentino, yang dikenal dengan nama ingamenya, ‘G’. Inilah hasil bincang-bincang kami dengan ketua tim yang sudah berhasil memukul mundur sang raja dari kursi winstreaknya.

GCube: Permainan yang sangat luar biasa sekali! Akhirnya ada yang mengakhiri winstreak dari RRQ. Tapi game pertama tadi sebenarnya juga bisa menang lho, apa yang terjadi disana?
Alfrindo: Terima kasih, RRQ memang lawan yang tangguh. Kalau di game pertama tadi sebenarnya saya juga sudah yakin bisa menang, tapi tim kami melakukan 2 kesalahan. Yang pertama di awal Fanny kami kalah 1v1 melawan Natalia, dan yang kedua saya lupa jual item untuk menambah efektifitas Retribution sehingga saya gagal mendapatkan Lord. Selain itu ternyata Lemon juga memakai Retribution, sehingga perhitungan saya semakin melenceng.

G: Tapi game kedua permainan tim NXL sangat baik, hingga sempat memilki 10 ribu gold lebih banyak dari tim RRQ. Bagaimana caranya kalian bisa bermain sekompak itu?
A: Bagaimana ya, kalau dibilang latihan… Jujur selama libur MPL beberapa minggu ini, kami tidak ada latihan tim. Saya sendiri lebih fokus untuk kejar rank top Global, bersama anak BTR, kadang dengan Lemon juga. Latihan untuk pertandingan hari ini hanya di hari Kamis kemarin, dan itu juga 3 jam saja dari jam 9 hingga jam 12. Jumatnya kita sama sekali tidak ada latihan, ada yang sakit, ada yang smartphonenya juga sedang rusak.

G: Untuk formasi yang digunakan, apa yang membuat tim anda memutuskan untuk memakai 3 hero Assassin dan 2 Tank?
A: Penyebab utamanya karena hero Mage utama kami untuk mid lane, Kagura dan Harley, terkena ban. Kemudian anggota tim lainnya menyarankan untuk memperbanyak jumlah Assassin untuk menggantikan burst damage yang hilang. Setelah berdiskusi, saya memutuskan untuk mempercayakan kepada mereka dan berharap yang terbaik.

mpl-nxl-vs-rrq2

G: Dan itu menjadi keputusan yang tepat ya. Berkat formasi itu tim NXL berhasil merebut poin di game kedua
A: Untuk soal itu, saya pribadi ingin menekankan kalau tim kami sudah bukan NXL lagi

G: Oh? Ada apa memangnya?
A: Jadi sebenarnya kami, dan manager kami juga, sudah sepakat untuk lepas dari NXL karena adanya ketidak sesuaian kesepakatan dari yang dijanjikan di awal.

G: Jadi bagaimana dengan MPL saat ini?
A: Untuk sekarang ini walaupun kami sudah bukan NXL, tapi karena tuntutan dari MPL masih harus membawa nama NXL sendiri. Dan setelah MPL kali ini, kami resmi bubar

G: Apakah nanti akan membuat tim baru lagi sendiri?
A: Tidak, kita akan menjalani jalan masing-masing. Tapi yang jelas setelah kita tidak di bawah nama NXL lagi.

G: Ternyata ada hal seperti ini di belakang layar ya. Sejak kapan keputusan ini dibuat?
A: Sebenarnya sudah dari tanggal 15 ini, dan sudah ada beberapa pihak juga yang mengetahui. Tapi untuk MPL ini kita masih lanjut, dan logo NXL tidak diganti karena tuntutan dari MPL. Kami juga sudah tidak memakai jersey putih yang ada tulisan ROG, karena kontrak mereka dengan NXL juga sudah habis, jadi kita memakai kaos yang ini saja untuk selama NXL.

G: Jadi NXL sudah tidak akan mengikuti turnamen lagi?
A: Kalau dari NXLnya sendiri, kami tidak tahu. Tapi yang jelas bukan diwakili oleh tim ini lagi, mungkin mereka akan merekrut yang baru lagi. Jadi buat yang bilang tim NXL masih ada di MPL, itu hanya karena logo dan tuntutan dari Moonton seperti yang saya ceritakan tadi.

G: Setelah bubar nanti bagaimana? Apakah masih akan tetap menjadi pro player seperti sekarang ini?
A: Benar, saya dan teman-teman lain masih tetap menjadi pro player, walaupun sudah mengambil jalan masing-masing. Mereka sudah dikontak oleh tim-tim lain, dan saya sendiri malah sudah didekati oleh 2 tim yang namanya sebaiknya tidak saya sebut sekarang. Yang satu malah sudah mulai mengajak-ajak ikut turnamen, tapi saya bilang mau fokus MPL dulu dan masih belum mau membahas kontrak atau yang lainnya, dan mereka mau menunggu saya.

G: Menurut saya itu keputusan yang baik, karena skill tim ini sangat sayang bila tidak digunakan di ajang eSports
A: Betul, dan lagi karena ada 3 turnamen besar di tahun ini, MPL season 2 dan MSC, dan saya masih ingin mengikuti keduanya untuk membuktikan ke orang tua kalau sekedar sering main game bukan berarti tidak punya masa depan.

G: Wah, tidak bisa lagi pola pikir seperti itu diterapkan di jaman sekarang, terutama dengan berkembangnya eSports Indonesia ini 
A: Untungnya berkat sering ikut turnamen seperti ini, sekarang mereka sudah lebih mendukung saya dan tidak protes lagi, hahaha.

G: Semangat untuk mengikuti MPL ini pun menjadi luar biasa ya, meskipun ada masalah internal tadi 
A: Ya, saya selalu menekankan kepada anggota tim lain, biarpun kita sudah bisa dibilang bubar dan bukan di bawah NXL lagi bukan berarti kita bisa main santai dan ogah-ogahan, justru ini kesempatan kita untuk mendapatkan tambahan prestasi agar nanti jauh lebih mudah mendapatkan kontrak dari tim yang besar.

mpl-nxl-vs-rrq3

G: Cerita yang menarik sekali, saya akan ikuti perkembangannya nanti. Kembali ke gamenya sendiri, main hero role dari mas Afrindo apa ya?
A: Kalau saya sebenarnya bisa semua role, kecuali yang pure-tank seperti Johnson, Tigreal, Gatotkaca. Tapi Hylos masih bisa saya pakai. Sebenarnya yang lain juga bisa memakai semua role, dan seperti saya juga ada role yang mereka tidak begitu ahli memakainya. Yang penting bisa saling menutupi satu sama lain.

G: Kalau yang benar-benar favorit siapa?
A: Untuk yang favorit bagi saya Kagura, karena gameplaynya sangat mirip dengan hero dari League of Legends yang juga saya suka, yaitu Orianna.

G: Wow, saya juga pemain League of Legends. Pantas tim NXL jago dalam Mobile Legends ya.
A: Ya, di tim kami ada 3 pemain League of Legends; saya, Watt dan Billy. Semuanya pemain LGS dulu.

G: Kalau untuk hero yang paling tidak ingin ditemui dalam match dan selalu ingin ban, siapa kira-kira?
A: Saber, karena dia hero Assassin yang paling mudah dimainkan dan damagenya benar-benar sakit, terutama karena dia bisa mengunci lawan dengan ultimatenya. Seperti contohnya tadi di game kedua, kalau Hayabusa tim RRQ tidak memakai Demon’s Advent dia pasti bisa mati dalam 1 kali paket kombo.

G: Saber? Biasanya kalau saya tanya orang-orang lain mereka lebih takut dengan Lancelot
A: Justru Lancelot kalau sudah masuk late game tidak bisa apa-apa, damagenya sudah tidak terasa lagi walaupun sudah memakai armor penetration. Dia memang berbahaya di early game, tapi kalau kita bisa menahan perkembangannya sedikit saja selama sekitar 10 menit, dia sudah tidak berkutik. Kalau diadu Saber dengan Lancelot dengan keadaan yang setara, Lancelot pasti kalah. Selain itu juga Lancelot tidak begitu bagus untuk roaming dan ganking dibandingkan dengan Saber, dia lebih terkunci dalam lane saja.

G: Oke, sekarang untuk soal eSports Mobile Legends sendiri di Indonesia, menurut pendapat anda apakah bisa berkembang lebih besar lagi dari 3 kali turnamen dalam setahun seperti sekarang ini? 
A: Jujur saya sendiri kurang tahu, karena sekarang ini ada saingan terberat dari Mobile Legends yang kembali naik lagi namanya sejak mode gamenya ditambah menjadi 5 vs 5 dari 3 vs 3. Yah, tahu sendiri lah yang mana gamenya. Bisa jadi mereka juga mengadakan turnamen-turnamen besar seperti MPL ini, mungkin nanti akan bentrok keduanya dalam spotlight eSports Indonesia ini. Terutama karena gamenya sendiri bagus, saya pemain disana dulu, bisa jadi nanti Mobile Legends kalah pamornya.

G: Memang lawan yang berat ya game yang satu itu, terutama dia mobile MOBA pertama di Indonesia juga. Untuk yang terakhir, ada pesan untuk player Mobile Legends lainnya?
A: Pesan saya jangan pernah menyerah begitu saja dalam game. Jangan takut dengan tim yang kuat, karena lebih enak kita yang mengejar mereka daripada kita yang dikejar. Beban jadi yang dikejar itu lebih berat soalnya.

G: Baiklah kalau begitu, kita akhiri dulu wawancaranya. Terima kasih waktunya, semoga sukses dalam match selanjutnya!
A: Ya, sama-sama!

mpl-nxl-vs-rrq4

Dari hasil pertandingan pertama di minggu kelima ini, tim (yang saat ini) NXL berada di posisi ke-6 dengan 6 poin, bersama dengan tim Rev Indo. Sementara peringkat atas masih tetap dipegang oleh tim Rex Regum Qeon (RRQ) dengan 12 poin. Sementara im Bigetron Player Kill (PK) berada di posisi kedua dengan 10 poin, dan tim EVOs eSports di posisi ketiga dengan 9 poin. Untuk melihat jadwal turnamen, hasil terkini, klasemen sementara, serta liputan pertandingan kamu dapat mengaksesnya disini!

Ikuti terus perkembangan MPL di website kami dan jangan lupa untuk terus mendukung tim jagoanmu!

BACA JUGA