Kenal Lebih Jauh 8 Tim Peserta Grand Final MPL Season 2

GCUBE feat-img-finalis-mpl-s2

Babak Grand Final MPL (Mobile Legends Professional League) Indonesia Season 2 akan digelar pada tanggal 17 dan 18 Oktober. Dari 10 tim yang berpartisipasi di tahap Regular Season, 8 tim akan bertanding di babak Grand Final untuk memperebutkan gelar juara MPL Indonesia.

Disini GCube merangkum profil tentang ke-8 tim peserta Grand Final ini. Yuk kita lihat sama - sama profil mereka!

8. SFI eSports

Walaupun SFI eSports baru pertama kali terjun ke MPL, namun sebenarnya skuad yg diturunkan SFI ini sudah cukup berpengalaman di kancah eSports Mobile Legends. Empat pemain SFI yaitu Jack, Ace, Joker dan Maverick ikut berkompetisi di MPL Season 1 dibawah organisasi Elite8 dan berhasil menduduki posisi 5-6 di babak Grand Final.

Namun performa SFI di MPL Season 2 bisa dibilang buruk. Hingga pekan ke 5 mereka terus berada di zona eliminasi bersama Team Capcorn hingga akhirnya pada pertandingan terakhir mereka berhasil mengalahkan dan menyalip Boom Junior untuk mendapatkan slot terakhir babak Grand Final. Mampukah SFI eSports memutarbalikkan performa mereka di babak Grand Final?

 

7. Bigetron eSports

Pada MPL Indonesia season 1 Bigetron merupakan tim yang sangat ditakuti dan kemudian berhasil finish di posisi ke-4 pada babak Grand Final. Namun, selepas turnamen itu Bigetron ditinggal 3 pemain bintangnya yaitu Eiduart, Rekt, dan Emperor. Kehilangan pemain ini nampaknya sangat dirasakan oleh Bigetron setelah mereka harus puas finish di posisi 7 pada babak Regular Season MPL season 2 ini.

Mengandalkan 3 pemain senior yaitu Fabiens, Vin, dan Jeel; Bigetron terlihat kurang padu dalam mengeksekusi strategi permainan mereka. Dapatkah mereka menemukan kestabilan dan strategi yang cocok dengan gaya main mereka di babak Grand Final?

6. Saints Indo

Saints Indo merupakan rajanya eSports Mobile Legends Indonesia pada season - season awal. Puncaknya mereka mewakili Indonesia dalam ajang MSC 2017. Namun setelah itu, tim ini nampak kurang aktif di pro scene Mobile Legends.

Kali ini, mereka turun di MPL season 2 dengan mengandalkan pemain inti yang sama yaitu DayLen, Hinelle, dan Hexaz0r. Bermain tanpa ekspektasi dan banyak diprediksi tidak akan lolos ke babak Grand Finals, Saints Indo menunjukkan performa yang cukup stabil di Regular Season dan berhasil terus mencuri poin dari tim - tim yang mereka taklukkan. Bahkan beberapa kali Saints menunjukkan performa yang sangat dominan, tapi sayangnya mereka cukup inkonsisten sehingga kadang harus melepaskan poin yang berharga.

Akankah raja lama ini berhasil merebut kembali tahtanya sebagai penguasa Mobile Legends Indonesia?

5. Louvre

Louvre turun di MPL Indonesia season 2 sebagai salah satu tim unggulan dengan roster bertabur bintang. Dipimpin oleh Top Global Season 9 Rmitchi ditambah dengan 2 pemain bintang MPL season 1 R e k t dan DONKEY, Louvre memang pantas disebut sebagai calon juara. Kekuatan mereka terlihat di paruh pertama Regular Season dimana mereka terus berebut posisi ke-2 dengan RRQ dan Aerowolf.

Namun sayangnya, di 2 pekan terakhir Louvre tampil sangat kendor dan tidak berhasil mendapatkan poin sama sekali. Pada akhirnya mereka harus puas finish di posisi ke-5 disalip oleh EVOS di pekan terakhir.

Dapatkah Louvre memutarbalikkan performa mereka di Grand Final dan merebut gelar juara MPL Indonesia?

4. EVOS eSports

Bertolak belakang dengan Louvre, EVOS justru terseok - seok di paruh pertama Regular Season sebelum akhirnya menemukan performa terbaik mereka di paruh kedua Regular Season. Setelah lama bertengger di posisi ke-8, EVOS melaju ke Grand Finals dari posisi ke-4.

Salah satu faktor dari kesuksesan mereka di paruh kedua nampaknya datang dari performa bintang mereka JessNoLimit yang bertukar role dari Fighter menjadi Marksman.

Akankah EVOS melanjutkan tren positif mereka dan memenangkan gelar MPL Indonesia Season 2?

3. Rex Regum Qeon O2

Finish 3 besar di MPL Indonesia season 1 dan MSC 2018 pantas membuat RRQ menjadi tim favorit para penonton. Babak Regular Season juga diakhiri dengan baik oleh mereka dengan menduduki peringkat ke-3 hanya kalah 2 kali sepanjang Regular Season.

Secara materi memang tim ini bertabur bintang dengan adanya Lemon yang bisa menggunakan mage apapun, player spesialis assassin AyamJGO, salah satu marksman terbaik di Indonesia TUTURU, lalu ada Liam yang bermain luar biasa di turnamen ini dengan rata - rata 5.5 KDA walaupun menggunakan tank, dan juga AmpunOM yang mengendalikan tempo permainan mereka dengan pick - pick tank dan supportnya.

Dengan komposisi pemain yang handal serta dapat melakukan drafting yang sangat fleksibel, apakah akhirnya RRQ dapat menjuarai MPL Indonesia?

2. Aerowolf Roxy

Sang juara bertahan MPL Indonesia. Jika pada MPL season 1 mereka digadang sebagai kuda hitam, kini mereka kembali sebagai tim unggulan. Tampil dengan roster yang nyaris sama minus Watt yang pindah ke ONIC bertukar dengan Ichsan.

Pada Regular Season kali ini, Aerowolf tampil sangat konsisten dan menyamai perolehan poin pemuncak Regular Season yaitu ONIC eSports.

Walaupun banyak yang mengira Aerowolf akan terseok - seok setelah mereka harus mengganti formasi secara tiba - tiba, nyatanya Aerowolf tetap kompak dalam mengeksekusi gaya khas permainan mereka yaitu roaming dengan agresif dari awal game. Mengandalkan Lucky yang spesialis pengguna Kagura serta Ichsan yang sangat ahli menggunakan assassin terbukti Aerowolf dapat menang dalam kondisi apapun. Baik di late game maupun early game, dari posisi memimpin maupun tertinggal, dominasi maupun comeback.

Dapatkah Aerowolf mempertahankan gelar juaranya di babak Grand Final?

1. ONIC eSports

Dan inilah pemuncak Regular Season MPL kali ini yaitu ONIC. Banyak tim memprediksi bahwa ONIC akan mengisi papan tengah Regular Season. Namun nyatanya, ONIC hampir tidak bisa dikalahkan juga sangat sering mendominasi permainan dan menang dengan cukup cepat.

Secara materi, tim ini memang lumayan berbahaya dengan adanya pemain - pemain kawakan seperti Eiduart, Watt, dan MVP Regular Season pada MPL season 1 yaitu Spade. Namun ternyata yang paling bersinar malah 2 pemain yang baru mencicipi MPL yaitu midlaner mereka Fenrir dan player tank mereka Drian.

Selama turnamen ini kita terus menerus disajikan kombo - kombo menarikseperti Selena dan Grock yang mereka mainkan dengan eksekusi sempurna.

Akankah ONIC terus mendominasi hingga Grand Final dan menjadi juara MPL Indonesia season 2?

BACA JUGA