Kenapa Mobile Legends Disebut eSport?

Kenapa Mobile Legends Disebut eSport?

Dengan berakhirnya MSC 2018, kita dapat melihat seberapa besarnya potensi Mobile Legends sebagai sebuah eSport yang dikelola dengan profesional. Turnamen ini menyediakan prize pool sebesar $100.000, sebuah jumlah yang sangat besar untuk turnamen game mobile tingkat regional.

Besarnya pertumbuhan jumlah pemain serta munculnya turnamen-turnamen resmi tentu menandakan bahwa Mobile Legends sebagai eSports sedang dalam trayek menanjak. Namun, apakah sekarang adalah puncak dari pertumbuhan ini? Apa yang dapat kita harapkan dari Mobile Legends dan Moonton sebagai developer kedepannya? Yuk kita cari tahu bersama - sama!

Sejarah Mobile Legends

Mobile Legends sendiri rilis pada 11 Juli 2016 untuk Android dan 9 November 2016 pada platform iOS. Pada rilisnya, game ini langsung menjadi hits terbesar di pasar MOBA mobile melewati para pendahulu seperti Vainglory dan Heroes Arena di chart Play Store dan App Store.

Tidak hanya sampai disitu, kesuksesan awal Mobile Legends, membuat aplikasi ini terus melambung tinggi di market Multiplayer. Bahkan, merajai chart game gratis di Play Store hingga sekarang, dengan lebih dari 120 juta download.

Kesuksesan ini bisa dibilang terjadi karena Moonton membuat Mobile Legends sesimpel mungkin. Sehingga MOBA ini menjadi pilihan utama pasar mobile yang cenderung kasual atau menjadi pilihan player yang lelah memainkan game serupa di PC (cenderung lebih kompleks).

mlbb-esports-2016
Tampilan MLBB ketika rilis pada 2016.

Memasuki tahun ketiga, Mobile Legends sudah sangat berbeda dibanding dengan kondisinya ketika rilis. Balancing hero sekarang semakin bagus, kemampuan grafis yang semakin enak dilihat oleh mata, serta banyaknya perubahan gameplay seperti mekanisme item aktif, sistem emblem, perubahan Lord dan Turtle.

Selain itu, perubahan pada sistem buff membuat para player merasakan banyaknya perubahan dalam strategi dan meta game dalam 3 tahun ini. Hal ini mengakibatkan Mobile Legends terasa cukup fresh dari tahun ke tahun.

MLBB sebagai eSports

Harus diakui, pertumbuhan eSports MLBB hanya berkembang pesat di Asia Tenggara untuk saat ini. Region lain seperti Amerika Utara dan Eropa yang juga memiliki skena eSports yang kuat bisa dibilang belum tersentuh sama sekali.

mlbb-esports-idns-msc-2017
MSC pertama yang dijuarai oleh tim IDNS.

Walaupun begitu, Moonton sebagai developer telah membuktikan keseriusan mereka untuk mengembangkan skena eSports di Asia Tenggara dengan menghadirkan turnamen Mobile Legends Southeast Asian Cup (MSC) yang pertama pada tahun 2017. Turnamen ini diikuti oleh 10 tim dari 5 negara Asia Tenggara yang lolos dari kualifikasi di negaranya masing - masing. Pada turnamen akbar perdana ini tim asal Thailand, I Do Not Sleep.

Kesuksesan MSC kemudian dilanjut dengan menggelar Mobile Legends Professional League (MPL) di 4 negara (Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Singapura) dimana 10 tim yang lolos kualifikasi akan masuk ke dalam liga yang dimainkan selama 3 bulan. 8 tim teratas akan masuk ke sistem gugur dan kemudian memperebutkan trofi MPL negaranya masing - masing.

Masa Depan eSports MLBB

Dalam konferensi pers MSC 2018, pihak Moonton sendiri mengungkapkan beberapa rencana jangka panjang yang mereka rancang untuk masa depan skena eSports MLBB.

Dalam lingkup Asia Tenggara sendiri mereka akan menambah jumlah negara peserta MPL dan MSC serta akan terus menambah prize pool dari 2 turnamen ini.

Selain itu, untuk menambah profil MLBB secara global, pihak Moonton menyatakan bahwa mereka akan menyiapkan MLBB World Cup dalam 2 tahun kedepan. Hal ini dilakukan untuk mengangkat profil MLBB serta para pemain MLBB di region luar Asia Tenggara terutama di Eropa dan Amerika Utara.

Tidak hanya itu, Moonton juga berencana menggelar Liga Universitas dengan cara mencoba berpartner dengan berbagai universitas di Asia Tenggara untuk menyelenggarakan liga ini. Moonton merasa tidak ada bedanya menggelar liga MLBB di tingkat universitas dengan turnamen olahraga lain semacamnya.

Pihak Moonton sendiri juga sangat antusias dalam menyambut masa depan eSports terutama setelah adanya perbincangan untuk membahas peluang adanya cabang olahraga eSports dalam Olimpiade 2024 di Paris.

BACA JUGA